Wednesday, 28 July 2021

Vaksin Sinovac Halal?

Studio iNews, 06 Januari 2021

Pemerintah melalui Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) telah mendistribusikan ratusan ribu vial atau dosis vaksin Sinovac ke 34 Provinsi di Indonesia. Meski pengiriman ke daerah telah dilakukan, namun rilis kehalalan vaksin Covid-19 belum disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Merespons hal tersebut, Ketua Bidang Halal MUI Sholahuddin Al Aiyub mengatakan, pihaknya telah melakukan audit ihwal bahan-bahan pokok yang menjadi dasar pembuatan vaksin Sinovac tersebut. Proses audit dilakukan secara langsung di lokasi produksi vaksin di Sinovac, China.

"Untuk vaksin ini, MUI sudah menurunkan tim ikut melakukan audit di produsen vaksin Sinovac. Timnya sudah datang dari produsen di China sana dan sudah menjalankan tugasnya dan sudah balik lagi ke Jakarta," ujar Sholahuddin dikutip dari Okezone.com, Selasa (5/1/2021).

Saat ini MUI masih mematangkan sejumlah laporan yang sudah diperoleh baik dari hasil audit tim saat berada di China dan sejumlah hasil yang didapatkan dari Bio Farma, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di mana, tim masih melakukan kompilasi informasi-informasi yang terkait dengan bahan pokok, bahan tambahan, dan proses serta bahan penolong saat memproduksi vaksin.

Targetnya dalam waktu dekat ini rilis dari audit akan disampaikan secara resmi.

Selain itu iNews Siang juga akan mengangkat soal manfaat dan kandungan gizi dalam tempe dan tahu yang saat ini mulai langka di pasaran.

Sementara terkait situasi terkini erupsi gunung merapi, akan hadir laporan langsung dari lokasi pengungsian.

Saksikan selangkapnya dalam iNews Siang Rabu, 6 Januari 2021 pukul 11.00 WIB secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.
FOTO