Wednesday, 21 April 2021

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia : Dari Papua ke Istana

Studio iNews, 29 Januari 2021

Wabah Covid-19 telah memberikan dampak serius pada hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Pengaruh yang ditimbulkan tidak hanya pada satu bidang, namun hampir di seluruh aktivitas yang ada. Salah satu aspek yang menjadi perhatian di tengah merebaknya virus Corona adalah investasi.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai Rp826,3 triliun. Angka ini lebih tinggi 1,1% dari target yang pemerintah patok sebesar Rp817,2 triliun. Dan, di atas pencapaian selama tahun 2019 senilai Rp809,6 triliun.

Secara terperinci, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun lalu mencapai Rp413,5 triliun atau 50,1% dari total realisasi investasi. Sementara penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun atawa 49,9% dari total investasi 2021.

“Menurut survei beberapa lembaga di dunia, di era pandemi foreign direct investment turun 30-40%. Namun di Indonesia turunnya tidak lebih dari 10% karena kita punya cadangan investasi mangkrak,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia kepada Gus Miftah.

Penggemar klub sepak bola Juventus ini menganalogikan strategi investasi di era pandemi layaknya pola Juventus dalam bertanding, yaitu bertahan dan menyerang. Dan, hasilnya Bahlil berhasil mendapat relokasi 16 perusahaan dari China ke Indonesia.

Sementara itu terkait Undang-Undang Cipta Kerja, Bahlil memberikan dukungan penuh. Bahkan menurutnya undang-undang yang sempat menimbulkan kontroversi tersebut adalah, “Undang-Undang sapu jagat untuk mengurai dan memperbaiki carut marut sistem regulasi di Indonesia”.

Kesuksesan pria yang besar di Papua ini dalam membenahi perekonomian Indonesia tidak serta merta terjadi begitu saja, namun penuh perjuangan dan air mata. Bahlil Lahadalia yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi ini pernah menekuni beragam profesi, mulai dari kernet angkot, berjualan kue hingga berjualan koran.  

Menanggapi kisah hidup Bahlil yang penuh liku, namun berbuah manis itu Gus Miftah berpesan, “Kerja keras akan membuat seseorang bertahan hidup, tapi kerja cerdas akan membuat seseorang menikmati hidup”.
 
Ditambahkan pula oleh pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta ini, “Cukup sudah mereka menertawakan mimpimu. Sekarang saatnya kamu tutup mulut mereka dengan hasil kerja keras mu."

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia akan hadir dan “Ngobrol Bareng Gus Miftah” malam ini (Jumat, 29/1/2021) pukul 20.30 WIB di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.
FOTO