Friday, 25 June 2021

Investasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Studio iNews, 21 Januari 2021

Pemerintah meyakini kondisi perekonomian 2021 menuju tren positif. Pemulihan ekonomi Indonesia akan bergantung pada investasi, pasalnya APBN terbatas.

Data Bapenas, realisasi investasi di 2021 ditargetkan mencapai Rp858,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan target realisasi 2020 yang mencapai Rp817,2 triliun. Sedangkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimis target investasi langsung yang dibidik pemerintah mencapai Rp860-900 triliun pada 2021.

Dalam sambutan tahun baru 2021 Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa investasi baru mulai muncul yang akan  menggerakkan ekonomi masyarakat dan industri masa depan. Arus masuk investasi bisa didapat melalui investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Setiap investasi yang masuk diharapkan dapat dikawinkan dengan pengusaha nasional maupun UMKM.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, agar setiap investasi yang masuk wajib “dikawinkan” dengan pengusaha nasional atau UMKM lokal. Masuknya investasi ke Indonesia memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, khususnya dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Bahlil menuturkan bahwa kemitraan akan memberikan multiplier effects kepada masyarakat lokal dengan hadirnya investasi di daerahnya. Bagi UMKM itu sendiri, manfaat yang dirasakan akan memacu kualitas produk serta membuka peluang UMKM untuk naik kelas.

“Jadi kolaborasi investor itu dilakukan oleh pengusaha lokal atau UMKM di daerah. Bukan yang ada di Jakarta. Tentunya, BKPM akan memfasilitasi dan menjamin UMKM yang dilibatkan memiliki kualifikasi yang baik, serta memenuhi syarat dan kriteria. Tidak sembarang UMKM,” jelas Bahlil

Saat ini sebanyak 56 perusahaan besar dari luar dan dalam negeri resmi menggandeng 196 pelaku UMKM lokal dengan total nilai kontrak Rp1,5 triliun. Kemitraan UMKM dengan usaha besar diharapkan bisa masuk dalam rantai produksi global. Tren investasi juga bergantung pada sejumlah faktor eksternal. Seperti pemulihan harga komoditas ekspor, kecepatan proses vaksinasi, penanganan Covid-19, serta stimulus pemulihan ekonomi nasional.

Apa yang terjadi dengan investasi di masa pandemi? Siapa yang menahan diri dan siapa yang justru berinovasi? Serta Bagaimana strategi dan upaya realisasi investasi 2021?

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Tumiyana (Founder Widodo Makmur Perkasa), Omar Prawiranegara (Founder Dua Coffee) dan Ibnu Riyanto (Founder The Keranjang Bali) akan hadir dan membahas pemulihan ekonomi melalui investasi dalam The Indonesia Economic Club hari ini (Kamis, 21/1/2021) pukul 20.30 WIB dipandu oleh jurnalis senior Apreyvita Wulansari & pakar ekonomi bisnis Rhenald Kasali secara secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.
FOTO