Wednesday, 28 July 2021

Dana Teroris Berkedok Kotak Derma

Studio iNews, 15 Desember 2020

Dana Teroris Berkedok Kotak Derma

Polisi mensinyalir ada 13 ribu kotak derma di beberapa wilayah Indonesia yang dijadikan sumber pendanaan terorisme. Terbanyak, 4000 kotak derma yang diduga menjadi pundi-pundi kelompok terorisme berada di Lampung.

Pendapatan dari kotak derma diduga untuk membiayai pembuatan senjata, membiayai para DPO, membiayai pelatihan fisik dan lain-lain. Salah satu yayasan yang dituding melakukan hal ini adalah yayasan ABA, namun pihak ABA membantah tudingan ini.

Meski sudah menyebut ada 13 ribu kotak derma yang dijadikan ladang uang kelompok teroris, polisi belum merinci secara jelas yayasan mana saja yang terlibat dalam penggalangan dana ini. Berapa banyak dana yang sudah berhasil dikumpulkan kelompok-kelompok teroris? Masalah ini akan dikupas dalam dialog iNews Sore yang dipandu oleh Anisha Dasuki dan Abraham Silaban.

Tidak hanya soal terorisme, iNews Sore juga mengupas seputar unjuk rasa buruh di PT VDNI, Konawe, Sulawesi Tenggara. Dalam demonstrasi itu, sejumlah kendaraan dump truck yang diparkir di sekitar pos pengamanan lokasi demonstrasi terbakar. Sejumlah alat berat dan puluhan motor yang berada di kawasan industrial pertambangan nikel VDNI juga ikut terbakar. Polisi masih memburu buruh yang berbuat kerusakan.

Kasus kerumuman petamburan yang menyeret HRS ke tahanan juga masih menjadi sajian iNews Sore, petinggi FPI yang lain dan panitia acara telah diperiksa polisi. Selain HRS para tersangka tidak ditahan. Fakta-fakta baru usai rekonstruksi penembakan di km 50 terus didalami polisi.

Di tengah upaya membangkitkan wisata pulau Bali, ada-ada saja ulah wisatawan asing asal Rusia. Demi konten, mereka seolah kehilangan akal. Membuang motor ke laut tanpa memikirkan dampaknya. Ulah mereka ini kontan mendapat kritikan warga setempat bahkan netizen ramai menghakimi mereka. Bukan hanya tidak patut, aksi mereka juga membahayakan nyawa dan lingkungan.  

Sementara dari Jawa Barat, teror kematian puluhan ekor kambing di Kuningan masih menghantui warga. Kambing yang tewas terus bertambah dari 24 ekor kini menjadi 48 ekor. Warga menemukan hewan ternak mereka dalam kondisi mengenaskan luka robek di leher dan kaki namun siapa gerangan pelakunya belum tertangkap. Petunjuk satu-satunya ada jejak kaki hewan lain di kandang kambing. Mungkinkah ada hewan liar penghisap darah? Dinas Peternakan setempat masih menyelidikinya.

Saksikan selengkapnya “iNews Sore” Selasa 15 Desember 2020 pukul 16.00 WIB bersama host Anisha Dasuki dan Abraham Silaban secara langsung di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.
FOTO